Kisah Ringkas Nabi Adam a.s

بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

.

Adam (Ibrani: אָדָם; Arab:آدم, bererti tanah, manusia, atau cokelat muda) adalah dipercayai oleh agama-agama Samawi sebagai manusia pertama, bersama dengan isterinya yang bernama Hawa.

Adam a.s hidup selama 930 tahun setelah penciptaannya, sekitar 3760-2830 SM dan ada berpendapat lebih lama daripada itu, iaitu di sekitar 5872-4942 SM. Manakala Hawa pula diciptakan setelah Adam a.s berusia 130 tahun.

Menurut Agama Samawi pula, merekalah orang tua dari semua manusia yang ada di dunia. Nabi Adam a.s merupakan nabi dan juga manusia pertama yang bergelar khalifah Allah yang dimuliakan dan ditinggikan darjatnya menjadi nabi yang pertama. Baginda diutuskan kepada anak cucunya agar menyembah Allah, Tuhan Yang Maha Esa. Maka di antara mereka ada yang taat dan ada pula yang enggan.

Nabi Adam a.s pada mulanya ditempatkan di syurga tetapi telah diturunkan ke bumi bersama isterinya, Hawa kerana mengingkari perintah Allah.

Menurut silsilah Kitab Kejadian, Adam a.s meninggal dunia pada usia 930 tahun. Dengan angka-angka seperti itu, memberikan kesan bahawa Adam a.s meninggal hanya sekitar 127 tahun sebelum kelahiran Nuh, sembilan generasi setelah Adam a.s. Dengan kata lain, Adam a.s masih hidup bersama Lamekh (ayah Nuh) sekurang-kurangnya selama 50 tahun. Menurut Kitab Yosua, kota Adam a.s masih dikenal pada saat bangsa Israel menyeberangi Sungai Yordan untuk memasuki Kanaan.

Menurut kisah, setelah Adam diusir dan diturunkan dari  syurga, Adam a.s pertama kali menjejakkan kakinya di muka bumi di sebuah gunung yang dikenal sebagai Puncak Adam atau Al-Rohun yang kini terdapat di Sri Lanka dan Hawa diturunkan di Arabia. Setelah 40 hari berpisah, mereka akhirnya bertemu dan bersatu kembali di Jabal Rahmah berhampiran Makkah. Kononnya Adam dan Hawa telah menetap di Sri Lanka, karena menurut kisah daerah Sri Lanka mirip dengan keadaan di syurga dan di tempat ini ditemui jejak kaki Adam yang berukuran raksasa.

Di bumi pasangan Adam dan Hawa bekerja keras mengembangkan keturunan. Keturunan pertama mereka ialah pasangan kembar Qabil dan Iqlima, kemudian pasangan kedua Habil dan Labuda. Setelah keempat anaknya dewasa, Adam mendapat petunjuk agar menikahkan keempat anaknya secara bersilangan, Qabil dengan Labuda, Habil dengan Iqlima.

Namun Qabil menolak karena Iqlima jauh lebih cantik dari Labuda. Adam kemudian menyerahkan persolan ini kepada Allah dan Allah memerintahkan kedua putra Adam untuk berkurban. Siapa yang kurbannya diterima, ialah yang berhak memilih jodohnya. Untuk kurban itu, Habil mengambil seekor kambing yang paling disayangi di antara hewan peliharaannya, sedang Qabil mengambil sekarung gandum yang paling jelek dari yang dimilikinya. Allah menerima kurban dari Habil, dengan demikian Habil lebih berhak menentukan pilihannya.

.

.

والله أعلم بالصواب

Wallahu A’lam Bish Shawab

 (Hanya Allah Maha Mengetahui apa yang benar)

.

وَالسَّلاَمُ عَلَيْكَمْ وَرَحْمَةُ اللهُ وَبَرَكَاتُه

.

Categories: Nabi Allah Adam AS | Tinggalkan komen

Post navigation

Tinggalkan Jawapan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Tukar )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Tukar )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Tukar )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: